Pertanian dan Perikanan Jadi Tulang Punggung Ekonomi Desa Ponoragan

teraskaltim.net

Pertanian padi di desa Ponoragan.

Teraskaltim.net | Kukar – Desa Ponoragan di Kecamatan Loa Kulu terus mengembangkan potensi lokal melalui sektor pertanian dan perikanan. Meski pernah terdampak banjir, dua sektor ini tetap menjadi prioritas sebagai sumber utama penggerak ekonomi masyarakat desa.

Kepala Desa Ponoragan, Sarmin, menyebut bahwa sebagian besar lahan desa telah dimanfaatkan secara produktif. Sekitar 60 persen digunakan untuk budidaya perikanan, sementara sisanya dimanfaatkan untuk tanaman pangan dan hortikultura.

Baca Juga  Dispora Kukar Maksimalkan Anggaran Perawatan Stadion Aji Imbut 

“Kami memang fokus ke perikanan dan pertanian karena itulah potensi utama desa kami,” ujarnya, Selasa (13/5/2025).

Berbagai program pendukung dijalankan dengan melibatkan kelompok tani dan kelompok wanita tani (KWT) yang telah terbentuk di desa. Kelompok-kelompok ini mendapat pelatihan teknis, bantuan sarana produksi, dan pendampingan dari pemerintah desa.

Sarmin menilai keberadaan KWT sangat membantu dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi. Peran perempuan dalam kelompok ini menjadi salah satu kekuatan desa.

Baca Juga  Pemkab Kukar Siapkan Pelantikan Massal 3.870 PPPK dengan Persiapan Matang

“Perempuan di sini ikut aktif, mereka andalan juga untuk penguatan ekonomi desa,” katanya.

Meski sempat dilanda banjir yang merusak kolam ikan dan menghilangkan sebagian bibit, pemerintah desa tetap menjalankan program pemulihan sektor perikanan. Pengalaman tersebut dijadikan pelajaran untuk memperkuat ketahanan usaha warga.

Pemerintah desa juga telah menjalin kerja sama dengan instansi teknis, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas PU, dan Dinas Lingkungan Hidup, guna merumuskan solusi jangka panjang dalam menghadapi risiko bencana.

Baca Juga  Pria di Samarinda Mengamuk, Serang Rekan Kerja Secara Membabi Buta Menggunakan Gergaji

“Kami ingin ada rekayasa teknis atau kebijakan agar ini tidak terus terulang,” jelas Sarmin.

Sebagai bentuk komitmen, sedikitnya 20 persen Dana Desa dialokasikan untuk ketahanan pangan. Sarmin berharap seluruh warga terlibat aktif agar program ini bisa berjalan maksimal dan berkelanjutan.

“Kalau hanya mengandalkan pemerintah desa saja, hasilnya tidak akan maksimal,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan komentar