Terakaltim.net | Kukar – Perempuan dan generasi muda mulai memainkan peran strategis dalam pengembangan ekonomi lokal di Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong.
Di tengah keterbatasan modal dan akses pasar, sektor UMKM menjadi ruang perjuangan baru bagi warga untuk membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas.
Lurah Sukarame, Muhammad Zulkifli, mengungkapkan bahwa potensi usaha mikro di wilayahnya cukup besar, namun perlu dorongan nyata agar bisa tumbuh dan berkelanjutan. Pemerintah kelurahan pun memilih pendekatan berbasis pemberdayaan, dengan melibatkan dua kelompok kunci: ibu-ibu dan pemuda.
“Perempuan di sini sudah terbiasa mengelola usaha rumahan, terutama di bidang kuliner dan kerajinan. Kami tinggal mendampingi dan memperkuat dari sisi manajemen dan perizinan,” ujarnya, Senin (2/6/2025).
Melalui kelompok PKK dan komunitas lokal, ibu-ibu mulai difasilitasi pelatihan usaha, dari produksi makanan hingga pengemasan dan pemasaran digital. Mereka tak hanya menambah penghasilan keluarga, tetapi juga membangun solidaritas ekonomi berbasis lingkungan.
Sementara itu, kaum muda didorong mengembangkan potensi usaha baru yang bersifat kreatif dan ramah lingkungan. Program pelatihan seperti penyetekan tanaman dan penghijauan menjadi bagian dari upaya membentuk wirausahawan muda yang peduli pada keberlanjutan.
Salah satu capaian penting adalah meningkatnya kesadaran terhadap legalitas usaha. Tahun lalu, Kelurahan Sukarame melakukan pendataan Nomor Induk Perusahaan (NIP), yang disambut antusias pelaku usaha kecil sebagai langkah menuju usaha formal.
Pemberdayaan juga menyasar kelompok rentan, seperti janda dan lansia, melalui program Komunitas Pengusaha Jalanan (Kopaja). Bantuan berupa mesin jahit dan alat produksi kue telah mendorong tumbuhnya beberapa usaha rumahan yang kini mulai dikenal di lingkungan sekitar.
Menurut Zulkifli, keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh modal dan pelatihan, tetapi juga oleh kecepatan beradaptasi terhadap kebutuhan pasar dan inovasi produk.
Maka dari itu, kolaborasi lintas generasi menjadi strategi penting dalam mendorong UMKM yang berdaya saing.
“Kreativitas dan kemauan untuk belajar jadi kunci. Kami yakin anak-anak muda punya semangat besar untuk memajukan Sukarame,” tutup Zulkifli. (Adv)



