Teraskaltim.net | Kukar – Pemerintah Kecamatan Anggana memberi ruang besar bagi pemberdayaan perempuan di tingkat lokal melalui pelatihan kader PKK RT.
Langkah ini diyakini mampu membentuk kepemimpinan perempuan yang tangguh sekaligus memperkuat jaringan sosial di lingkungan masyarakat.
Kegiatan berlangsung di Balai Pertemuan Umum Desa Handil Terusan, pada Selasa (3/6/2025).
Pihak Kecamatan pun turut memastikan bahwa para kader bisa mendapatkan peningkatan kapasitasnya agar tidak hanya paham fungsi organisasi, tetapi juga mampu menjadi pelaku perubahan sosial di wilayahnya masing-masing.
Camat Anggana, Rendra Abadi, mengatakan bahwa peran kader PKK RT selama ini sering kali terabaikan, padahal mereka berhadapan langsung dengan dinamika warga. Melalui pelatihan ini, pemerintah ingin memastikan para kader memiliki bekal yang cukup untuk menjadi mitra aktif pembangunan.
“Perempuan di tingkat RT itu punya kekuatan besar jika diberdayakan dengan benar. Mereka bisa jadi pemimpin komunitas,” ujar Rendra.
Dalam pelatihan tersebut, para kader mendapatkan materi seputar pengelolaan organisasi, strategi komunikasi efektif, dan praktik pemberdayaan berbasis pengalaman. Metode diskusi dan praktik langsung dipilih agar para peserta bisa menyerap materi secara kontekstual.
Ketua Tim Penggerak PKK Kukar, Maslianawati Edi Damansyah, yang hadir secara langsung dalam kegiatan itu, mendorong para kader untuk berani mengambil peran lebih besar dalam menyuarakan kebutuhan warga serta menjadi contoh di tengah lingkungan sosial.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada infrastruktur atau kebijakan, tetapi juga kekuatan sosial yang digerakkan oleh masyarakat itu sendiri.
“Kalau perempuan aktif, lingkungan pasti lebih cepat berkembang. Kita butuh kader PKK yang tak sekadar hadir, tapi juga memimpin perubahan,” kata Maslianawati.
Sebagai bagian dari agenda, peserta juga diajak meninjau Posyandu Delima yang selama ini menjadi pusat layanan kesehatan ibu dan anak di Desa Handil Terusan. Kegiatan tersebut memperlihatkan pentingnya kerja sama antara PKK dan layanan sosial lainnya.
Pemerintah desa dan unsur BPD menyambut baik pelatihan ini. Mereka menilai kader PKK adalah mitra strategis dalam menyampaikan program dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga desa.
Maslianawati pun turut berharap, untuk hasil pelatihan tersebut dapat membuka cara pandang baru bagi para kader PKK untuk lebih aktif, kreatif, dan responsif dalam mendukung pembangunan desa.
“Kita ingin kader PKK tidak hanya terlibat, tapi juga memimpin gerakan dari rumah tangga hingga masyarakat luas,” tutupnya. (Adv)



