Duta Budaya Kukar 2025 Diharapkan Jadi Motor Penggerak Pelestarian Tradisi Lokal

teraskaltim.net

Salah Satu Peserta Bawakan Tari Topeng Kemindu pada Malam Grand Final Pemilihan Duta Budaya Kukar 2025.

Teraskaltim.net | Kukar – Pemilihan Duta Budaya Kutai Kartanegara (Kukar) 2025 mencapai puncaknya dalam malam grand final yang digelar di Taman Ex Tanjong, Sabtu (24/5/2025). 

Kegiatan ini bukan sekadar ajang pencarian bakat, tetapi wadah strategis untuk melahirkan figur muda yang siap menjadi penjaga nilai-nilai budaya daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Tauhid Afrilian Noor, menegaskan bahwa peran Duta Budaya jauh melampaui gelar semata. Mereka diproyeksikan sebagai representasi generasi muda yang aktif menyuarakan pentingnya pelestarian budaya Kutai di tengah arus perubahan zaman.

“Duta Budaya tidak cukup hanya tahu adat, tapi harus mampu menjadi juru bicara budaya di masyarakat. Tugas mereka membumikan kembali nilai-nilai lokal,” ujar Tauhid.

Baca Juga  HUT ke-68, PP PAUD Kukar Fokus Perkuat Akses Pendidikan Anak di Desa

Para finalis, lanjutnya, telah dibekali pengetahuan mendalam mengenai sejarah, adat, dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Kukar. Mereka dipersiapkan untuk terjun langsung ke masyarakat sebagai agen promosi budaya.

Selama masa pengabdian setahun, para Duta Budaya akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan resmi, mulai dari pendampingan kunjungan budaya, promosi pariwisata, hingga tampil dalam festival seni dan budaya daerah.

“Duta Budaya juga siap hadir di acara pemerintahan jika dibutuhkan, karena mereka adalah wajah budaya kita yang bisa menyampaikan pesan secara langsung kepada masyarakat maupun tamu daerah,” jelasnya.

Baca Juga  Operasi Zebra Mahakam 2025 di Samarinda Tuntas, 403 Pelanggaran Ditindak, Angka Kecelakaan Berhasil Ditekan

Meskipun belum tersedia dukungan anggaran yang memadai karena keterbatasan regulasi, para alumni Duta Budaya tetap menunjukkan semangat tinggi untuk berkarya. Mereka juga aktif dalam mengikuti kegiatan budaya seperti pelatihan bahasa Kutai, pentas seni, dan diskusi kebudayaan.

Tauhid menambahkan, semangat ini harus terus dijaga dan diperluas melalui kolaborasi lintas sektor. Ia berharap instansi lain juga terbuka untuk melibatkan Duta Budaya dalam program-program yang bersentuhan dengan warisan lokal.

Baca Juga  Hutan Kota di Timbau: Inisiatif Baru Pemkab Kukar untuk Ruang Hijau dan Wisata

“Kita sedang menghadapi tantangan besar dalam menjaga identitas daerah. Duta Budaya adalah mitra penting pemerintah untuk menjawab tantangan itu,” tegasnya.

Menurutnya, peran generasi muda dalam pelestarian budaya perlu mendapat ruang yang luas dan berkelanjutan. Ajang pemilihan ini menjadi pintu masuk penting untuk memperkuat gerakan kebudayaan berbasis pemuda.

“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Duta Budaya adalah jawaban kita hari ini untuk masa depan budaya Kutai,” tutup Tauhid. (Adv)

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan komentar