Desa Rapak Lambur Matangkan Persiapan MTQ ke-12 Tenggarong

teraskaltim.net

Kades Rapak Lambur, Muhammad Yusuf.

Teraskaltim.net | Kukar – Desa Rapak Lambur di Kecamatan Tenggarong siap menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-12 tingkat kecamatan. 

Persiapan secara menyeluruh terus dimatangkan, mulai dari lokasi perlombaan hingga fasilitas pemondokan bagi tiap kafilah yang terdiri dari 14 desa dan kelurahan yang ada di Tenggarong.

Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, mengatakan kesiapan ini merupakan hasil gotong royong warga dan panitia lokal. Menurutnya, MTQ bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan ajang syiar keagamaan yang harus dipersiapkan secara maksimal.

Baca Juga  Dispar Kukar Fasilitasi Perlindungan HAKI Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif

“Alhamdulillah, kami sudah siap hampir 100 persen. Tinggal menyesuaikan finalisasi teknis seperti penempatan arena lomba,” ucap Yusuf, Kamis (5/6/2025).

Guna memastikan kelancaran dan kenyamanan peserta, panitia menetapkan lima titik sebagai lokasi pelaksanaan cabang-cabang lomba. 

Lapangan sepak bola desa Rapak Lambur juga akan menjadi pusat kegiatan utama, sementara beberapa mushola, SD setempat, dan Balai Pertemuan Umum (BPU) akan mendukung cabang perlombaan lainnya.

Baca Juga  Gerakan Pangan Murah di Kukar, Warga Bisa Belanja Kebutuhan Pokok di Bawah Harga Pasar

Yusuf menilai penyebaran lokasi ini penting agar tidak terjadi penumpukan massa, serta memberi ruang bagi masyarakat untuk menyaksikan MTQ lebih dekat dari lingkungan mereka masing-masing.

“Kami tidak ingin semua kegiatan terpusat di satu tempat. Ini demi kenyamanan peserta, dan warga juga bisa ikut menikmati suasana MTQ dari dekat,” jelasnya.

Selain itu, pemondokan bagi para kafilah juga telah disiapkan. Penempatan peserta akan disesuaikan berdasarkan asal wilayah dan kebutuhan masing-masing tim agar semua bisa beristirahat dengan tenang selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga  Gemerlap Pesta Laut Pesisir dan Komitmen Wabup Rendi Solihin

Menurut Yusuf, menjadi tuan rumah MTQ bukan sekadar tanggung jawab administratif, tetapi juga bentuk kehormatan dan kebanggaan bagi desa.

“Ini bukan hanya ajang lomba baca Al-Qur’an, tapi juga ajang mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat kita,” tutupnya. (Adv)

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan komentar