Teraskaltim.net | Kukar – Pemerintah Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, terus memacu upaya peningkatan kesejahteraan warga melalui kombinasi pembangunan infrastruktur dan program bantuan sosial.
Langkah tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) agar manfaatnya terasa langsung oleh masyarakat.
Kepala Desa Perjiwa, Erik Nur Wahyudi, menjelaskan bahwa fokus utama tahun ini adalah memperbaiki akses jalan di tiga titik strategis desa. Semenisasi jalan dipilih untuk mendukung mobilitas warga sekaligus menunjang kegiatan ekonomi.
“Tahun sebelumnya kami prioritaskan pembangunan parit untuk antisipasi banjir. Sekarang giliran akses jalan kami benahi agar warga lebih nyaman beraktivitas,” ujarnya, Rabu (4/6/2025).
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang dinilai sangat membantu kelancaran proses penganggaran. Menurut Erik, pengajuan program desa kini lebih cepat ditindaklanjuti sehingga pelaksanaan di lapangan tidak tertunda.
Selain infrastruktur, Pemerintah Desa Perjiwa juga memprioritaskan kelompok rentan melalui penyaluran bantuan sosial. Bantuan menyasar anak yatim, penyandang disabilitas, dan lansia dalam bentuk paket sembako maupun bantuan tunai.
“Kami punya alokasi bantuan dari desa, tapi dengan dukungan tambahan dari kabupaten, jangkauannya semakin luas. Ini tentu sangat berarti bagi warga kami,” katanya.
Tercatat, sedikitnya 15 warga menerima bantuan sosial tahun ini sebagai bagian dari program bergilir Bupati Kukar yang menyentuh seluruh desa di wilayah kabupaten.
Tak hanya warga, perhatian juga diberikan pada tempat ibadah. Sejumlah masjid dan musala di Desa Perjiwa menerima bantuan perlengkapan ibadah, mulai dari mukena, sajadah, hingga Al-Qur’an. Program ini menjadi bagian dari penguatan nilai spiritual di tengah masyarakat.
Sejak Erik menjabat sebagai kepala desa, bantuan serupa telah disalurkan sebanyak empat kali. Ia menilai dukungan tersebut sangat membantu menjaga kelayakan fasilitas ibadah di tengah keterbatasan anggaran desa.
“Pembangunan bukan hanya soal jalan dan bangunan. Kami ingin masyarakat merasakan perhatian juga dari sisi sosial dan spiritual,” pungkas Erik. (Adv)



