Teraskaltim.net | Kukar – Desa Muara Siran, Kecamatan Muara Kaman, menghadapi tantangan ganda dalam upaya pembangunan.
Selain akses geografis yang sulit, keterbatasan anggaran menjadi penghambat utama dalam penyediaan infrastruktur dan pelayanan dasar bagi masyarakat.
Sebagian besar wilayah desa ini merupakan lahan rawa dengan banyak aliran sungai kecil yang memisahkan permukiman. Kondisi ini membuat mobilitas warga tergantung pada jembatan dan perahu sebagai sarana utama pergerakan sehari-hari.
Kepala Desa Muara Siran, Ishan Mashor, menyebutkan bahwa pembangunan jembatan dan penyediaan air bersih menjadi fokus utama tahun ini. Namun, ia mengakui bahwa dana desa yang tersedia belum cukup untuk membiayai proyek-proyek dengan nilai besar.
“Kalau nilainya di atas Rp200 juta, itu harus lewat lelang kabupaten. Sementara dana desa kami terbatas, jadi harus disiasati betul-betul,” ujarnya.
Desa juga tengah membangun MCK dan mendirikan pendopo di area pemakaman sebagai bagian dari pelayanan sosial dasar. Di sisi lain, pengelolaan air bersih kini dialihkan ke BUMDes agar bisa lebih efisien dan berkelanjutan.
Sebagai desa yang menggantungkan ekonomi pada perikanan, Pemdes turut mengusulkan bantuan perahu dan alat tangkap bagi nelayan. Namun, tanpa akses jalan memadai, hasil tangkapan warga sulit dipasarkan ke luar desa.
Minimnya infrastruktur jalan antar desa membuat konektivitas warga terhambat. Potensi ekonomi dan wisata lokal pun terpaksa belum bisa digarap maksimal karena terbatasnya jalur transportasi darat.
Pemerintah desa telah menyuarakan kebutuhan ini dalam berbagai forum perencanaan pembangunan. Namun, perhatian dari instansi terkait masih dirasa belum sebanding dengan urgensi persoalan yang dihadapi warga.
Sementara program bantuan seperti BLT tetap dijalankan, Ishan menilai bahwa pendekatan pembangunan ke depan harus lebih menyentuh akar masalah. Menurutnya, tanpa dukungan serius untuk infrastruktur dasar, desa akan terus tertinggal.
“Kami butuh lebih dari sekadar bantuan rutin. Kami butuh jalan, jembatan, dan sistem air bersih yang layak agar warga bisa hidup lebih baik,” tutup Ishan. (Adv)



