Pemkab Konsistensi dalam GEMA, Budaya Mengaji di Kukar

teraskaltim.net

Bupati Kukar, Edi Damansyah.

Teraskaltim.net | Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menggelar Gerakan Etam Mengaji (GEMA) sebagai bagian dari tradisi menyambut bulan suci Ramadan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial tahunan, tetapi juga bagian dari komitmen jangka panjang dalam memperkuat budaya membaca Al-Qur’an di masyarakat.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, menegaskan bahwa keberlangsungan GEMA adalah tanggung jawab kolektif. Ia menekankan pentingnya peran semua pihak, mulai dari institusi pendidikan, rumah ibadah, hingga lingkungan pemerintahan dalam menjaga tradisi mengaji agar tetap hidup dan berkembang.

Baca Juga  Pemkab Kukar Lanjutkan Program Kukar Berkah Pada 2025

“Gerakan mengaji ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Kita harus memastikan bahwa tradisi membaca Al-Qur’an tetap lestari di tengah masyarakat,” ujarnya.

Lebih dari sekadar program keagamaan, GEMA memiliki dasar hukum yang kuat dalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2021, yang mengatur keterlibatan berbagai sektor, termasuk Unit Binaan Desa (UBD). Implementasi program ini juga didukung oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), yang berperan dalam membina tilawah dan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an di daerah.

Baca Juga  Kolaborasi Bumdes dan Gapoktan, Kukar Optimalkan Lumbung Padi

Keberhasilan GEMA dapat dilihat dari meningkatnya prestasi Kukar dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Kukar telah meraih juara umum tingkat Provinsi Kalimantan Timur selama enam kali berturut-turut, yang mencerminkan efektivitas program ini dalam membentuk generasi Qur’ani.

Bupati Edi berharap agar masyarakat tidak hanya membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Distanak Kukar Fokus Kembangkan Pertanian, PPL Didorong Perkuat Pendampingan Petani

“Tiada hari tanpa membaca Al-Qur’an. Mari kita jadikan ini sebagai kebiasaan yang terus mengakar, bukan hanya di bulan Ramadan, tetapi sepanjang hayat kita,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan komentar