Kukar Kenalkan Budaya Lewat Jalur Wisata, Bukan Lagi Lewat Panggung Seremonial

teraskaltim.net

Dispar Kukar Tapilkan Tarian Dayak di Obelix Sea View Yogyakarta.

Teraskaltim.net | Kukar – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) mengubah arah promosi budaya dengan strategi baru. Bukan lagi sekadar tampil di panggung seremonial atau acara pemerintahan, kali ini budaya Dayak dibawa langsung ke pusat keramaian wisata di Yogyakarta.

Langkah ini menandai upaya serius Pemkab Kukar dalam mendekatkan kekayaan budaya lokal ke pasar luar Kalimantan. Tak hanya itu, mereka juga melibatkan pelaku swasta sebagai mitra strategis.

Baca Juga  DLHK Akan Bangun TPA di Kec. Marang Kayu dan Sebulu Tahun Ini

Selama tiga hari, mulai 10 Mei 2025, tarian dan seni tradisional Dayak Tunjung serta Benuaq akan hadir di Obelix Sea View destinasi wisata populer yang ramai dikunjungi ribuan wisatawan tiap harinya. Tak ada panggung megah atau baliho besar, hanya atraksi budaya yang menyatu dengan suasana santai wisata.

Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto, menyebut ini sebagai langkah nyata memperkenalkan budaya dengan cara yang lebih relevan.

Baca Juga  Disdamkarmatan Kukar Desak Pembentukan Dinas Pemadam Kebakaran Kaltim

“Kita ingin orang mengenal budaya Dayak bukan dari brosur, tapi dari pengalaman langsung. Lewat tarian, musik, dan produk lokal yang mereka bawa pulang,” ujarnya, Selasa (6/5/2025).

Tak hanya seni, produk UMKM dari Kukar juga dikenalkan melalui souvenir khas yang dibagikan kepada pengunjung. Ini bagian dari misi membangun pasar baru bagi pelaku ekonomi kreatif desa yang selama ini kesulitan menjangkau luar daerah.

Baca Juga  Taman Tanjong Ikon Baru Tenggarong, Bupati Dorong Warga Aktif Manfaatkan Ruang Publik

Dispar Kukar menargetkan model promosi seperti ini bisa dijalankan rutin di berbagai kota besar di Indonesia. Arianto meyakini bahwa kolaborasi semacam ini bisa mempercepat perluasan pasar budaya dan ekonomi kreatif Kukar.

“Kami tak sedang jual tontonan, kami sedang bangun jembatan antara Kukar dan publik nasional. Budaya ini hidup, dan layak tumbuh di tengah siapa saja,” tutupnya. (Adv)

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan komentar