Bumdes Kota Bangun III, Sulap Bekas Tambang Jadi Danau Ekowisata

teraskaltim.net

Pendopo Besar di Danau Kumbara di Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat.

Teraskaltim.net | Kukar – Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kutai Kartanegara, berhasil mengubah wajah bekas tambang menjadi sumber kehidupan baru melalui pengembangan Danau Kumbara, destinasi wisata lokal yang kini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BumDes).

Transformasi kawasan ini dimulai sejak 2021, saat pemerintah desa melihat potensi ekonomi dan sosial dari genangan air bekas tambang yang dikelilingi lanskap alami. 

Alih-alih membiarkan lahan terbengkalai, pemerintah dan warga berinisiatif menghidupkan kawasan tersebut menjadi danau wisata ramah keluarga.

Baca Juga  Satgas Ormas Dibentuk, Kukar Prioritaskan Pendekatan Persuasif dan Legalitas

Berbagai fasilitas dibangun secara bertahap, mulai dari penyewaan perahu, spot swafoto, warung makan, hingga aula serbaguna berkapasitas 200 orang. Inovasi juga terus berkembang, termasuk pembangunan kolam renang anak, jalan akses sepanjang 800 meter, dan pelibatan aktif pelaku UMKM.

Tak hanya memperindah lingkungan, kehadiran Danau Kumbara juga meningkatkan perekonomian warga yang sebelumnya bergantung pada pertanian dan pekerjaan tidak tetap. Kini, kawasan ini menjadi ruang sosial dan kegiatan masyarakat, dari acara desa hingga kegiatan keagamaan.

Baca Juga  Eksplorasi Wisata Samboja Barat Membangun Potensi Ekonomi Melalui Destinasi Menarik

Dukungan Pemerintah Kabupaten Kukar turut memperkuat pengembangan kawasan, dengan bantuan fasilitas wisata seperti perahu bebek, tenda camping, serta sarana pendukung UMKM lokal.

Kepala Desa Kota Bangun III, Lilik Hendrawanto, menyebut Danau Kumbara sebagai bukti bahwa lahan pascatambang bisa dikelola secara produktif dan berkelanjutan jika disertai dengan visi dan kerja kolektif.

Baca Juga  Forum Perangkat Daerah Kukar Bahas Kolaborasi dan Evaluasi Program 2026

“Inilah bukti nyata bahwa lahan pascatambang bisa menjadi sumber kehidupan baru jika dikelola secara tepat, terencana, dan penuh semangat gotong royong,” ujar Lilik, Kamis (1/5/2025).

Lilik juga menyampaikan bahwa, adanya Danau Kumbara ini bukan sekadar tempat wisata semata akan tetapi sebagai simbol kebangkitan masyarakat dari warisan kerusakan lingkungan.

“Ini bukan hanya tentang pariwisata. Ini tentang bagaimana kami mengubah warisan kerusakan menjadi warisan keberlanjutan,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan komentar