Langkah Nyata Desa Perdana Wujudkan Desa Mandiri yang Bersih dan Maju

teraskaltim.net

Kades Perdana Kec. Kembang Janggut, Pitoyo.

Teraskaltim.net | Kukar – Meski telah menyandang status sebagai desa mandiri sejak tahun lalu, Desa Perdana di Kecamatan Kembang Janggut masih dihadapkan pada sejumlah persoalan dasar. 

Dua hal prioritas utama yang kini menjadi perhatian pihak desa yakni mengenai kondisi jalan penghubung antardesa dan pengelolaan sampah rumah tangga.

Kepala Desa Perdana, Pitoyo, menyebutkan bahwa pihaknya kini memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan dan penataan sistem pengelolaan lingkungan. Menurutnya, kedua sektor itu sangat penting karena langsung menyentuh kebutuhan warga sehari-hari.

Baca Juga  Distranaker Kukar Akan Lakukan Perubahan Signifikan Guna Tingkatkan Kesejahteraan

Program pembangunan jalan saat ini difokuskan pada peningkatan jalur yang menghubungkan Desa Perdana dan Desa Muah. Jalan ini menjadi akses utama warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi, termasuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.

“Ini menyangkut mobilitas dan penghasilan warga. Kalau jalannya bagus, aktivitas warga jadi lancar,” ucap Pitoyo, Kamis (29/5/2025).

Namun, persoalan lingkungan tak kalah mendesak. Desa Perdana hingga kini belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang memadai. Padahal, hal ini merupakan salah satu indikator penting dalam penilaian desa mandiri.

Baca Juga  Sekda Kukar Sebut Perlunya Kolaborasi Dalam Ciptakan Pendidikan yang Berkemajuan 

Pemerintah desa sudah merencanakan pengadaan tempat sampah dan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sayangnya, keterbatasan alat angkut menjadi kendala utama dalam merealisasikan rencana tersebut.

“Kita sudah ajukan permohonan ke Pemkab untuk pengadaan kendaraan pengangkut. Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi,” kata Pitoyo.

Di bidang ekonomi, pemerintah desa juga mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis perkebunan. Warga yang tergolong kurang mampu akan diberikan bantuan berupa bibit dan lahan sebagai sumber penghasilan baru.

Baca Juga  Sekda Kukar Pastikan Warga Tetap Bisa Nyoblos Meski Kendala Banjir

Alokasi Dana Desa yang sebelumnya difokuskan untuk ketahanan pangan kini sedang dikaji ulang bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Tujuannya agar penggunaan dana lebih tepat sasaran dan berdampak pada penurunan angka kemiskinan.

“Kami tidak bisa mengubah semuanya sekaligus. Tapi dengan bertahap dan gotong royong, saya yakin Desa Perdana bisa jadi desa yang lebih baik,” tutup Pitoyo. (Adv)

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan komentar