Desa Ponoragan Lakukan Pembangunan PAUD Dimulai dengan Tradisi Sedekah Bumi 

teraskaltim.net

Agenda Sedakah Bumi di Desa Ponoragan.

Teraskaltim.net | Kukar – Pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, menjadi bukti bahwa pembangunan fisik dan pelestarian budaya bisa berjalan seiring. 

Di desa Ponoragan, proyek pendidikan dimulai bersamaan dengan tradisi sedekah bumi dan bersih desa yang masih kuat dijaga warganya.

Momen peletakan batu pertama menandai dimulainya proyek infrastruktur pendidikan, dan juga menjadi pengingat pentingnya nilai-nilai lokal dalam setiap pembangunan. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pun menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk pendekatan kultural dalam membangun desa.

Baca Juga  Pemkab Kukar Kembali Buka Program Pendekar Idaman, Tingkatkan Administrasi dan Pembangunan Partisipasipan Desa

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, mengatakan pembangunan bukan hanya soal fisik, melainkan juga tentang merawat nilai dan harapan masyarakat. Ia menilai tradisi sedekah bumi menjadi simbol kesadaran kolektif warga terhadap tanah yang mereka huni.

“Tanah ini tidak hanya tempat bertani, tetapi juga tempat membangun harapan. Kita syukuri, kita jaga, dan kita rawat bersama,” ujarnya saat memberikan sambutan, pada Rabu (28/5/2025).

Di Ponoragan, warga tidak menganggap tradisi sebagai penghambat kemajuan. Sebaliknya, budaya lokal dijadikan fondasi sosial yang menguatkan kebersamaan dalam membangun masa depan anak-anak. Tradisi bersih desa yang dilakukan bersama-sama menunjukkan kekompakan masyarakat.

Baca Juga  Pemkab Kukar Dorong Peningkatan Pengelolaan Arsip Lewat Workshop Kearsipan

Pembangunan gedung PAUD ini diharapkan memperluas akses pendidikan anak usia dini di wilayah pelosok Loa Kulu. 

Selain menyediakan fasilitas belajar, keberadaan PAUD juga menjadi sarana menanamkan nilai sejak dini, sesuai dengan konteks budaya setempat.

Ketua Tim Penggerak PKK Kukar, Maslianawati Edi Damansyah, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya peran keluarga, terutama ibu-ibu, dalam mendukung pendidikan anak di usia emas. Ia menyebut pendidikan awal sangat menentukan arah tumbuh kembang generasi penerus.

Gedung yang akan dibangun itu diharapkan tak hanya menjadi tempat belajar formal, tapi juga ruang interaksi sosial yang mendekatkan masyarakat pada pendidikan. Keterlibatan aktif warga dalam pembangunan pun dianggap sebagai kekuatan utama proyek ini.

Baca Juga  Sekda Kukar Nilai Debat Publik Paslon Momentum Edukasi Politik Masyarakat

Warga Ponoragan sendiri menyambut baik adanya pembangunan ini dengan penuh semangat. Mereka menyatakan siap membantu, baik melalui tenaga, gotong royong, maupun partisipasi lainnya demi kemajuan anak-anak di desa mereka.

“Kalau kita ingin melihat anak-anak kita berhasil di masa depan, maka hari ini kita harus mulai bersama-sama membangun pondasinya,” tutup Sunggono. (Adv)

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan komentar