Ketahanan Pangan Jadi Strategi Ponoragan Hadapi Ancaman Iklim

teraskaltim.net

Ilustrasi Budidaya Ikan Air Tawar.

Teraskaltim.net | Kukar  – Ketahanan pangan kini menjadi fokus utama Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, dalam membangun fondasi ekonomi masyarakat di tengah ancaman perubahan iklim yang tak bisa dihindari.

Langkah ini diwujudkan melalui penguatan sektor pertanian dan perikanan yang selama ini menjadi andalan mata pencaharian warga. Pemerintah desa menyusun strategi pemanfaatan lahan secara efisien demi keberlanjutan produksi.

Kepala Desa Ponoragan, Sarmin, menyebut bahwa hampir seluruh lahan desa telah dibagi sesuai peruntukannya. 

Baca Juga  Geser Kedudukan Partai Golkar di Parlemen, PDI Perjuangan Raih Kemenangan Besar di Pileg 2024

“Sekitar 60 persen digunakan untuk perikanan, 30 persen untuk pertanian padi, dan sisanya untuk tanaman hortikultura,” jelasnya, Rabu (21/5/2025).

Tak hanya membagi lahan, pemerintah desa juga mendorong pembentukan kelompok tani dan nelayan sebagai ujung tombak pelaksana di lapangan. Kelompok ini menjadi akses utama menuju pelatihan, bantuan sarana, serta bimbingan teknis.

Selain itu, pemberdayaan perempuan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) turut menjadi bagian dari strategi. Para ibu rumah tangga dilibatkan dalam pengolahan hasil pertanian agar bisa bernilai tambah dan menopang ekonomi keluarga.

Baca Juga  Muara Jawa Andalkan Sawit dan Perikanan, Pembangunan Jalan Masih Tertinggal

“Kami ingin semua terlibat. Perempuan juga punya peran besar dalam menjaga pangan keluarga dan ekonomi rumah tangga,” ujar Sarmin.

Namun, ketergantungan terhadap alam tetap menyimpan risiko. Beberapa waktu lalu, banjir merusak kolam-kolam ikan warga. Indukan banyak yang mati, dan bibit hanyut terbawa arus.

Kondisi ini membuat pemerintah desa menggalang koordinasi lintas instansi, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Lingkungan Hidup, guna mencari solusi jangka panjang menghadapi bencana yang kian sering terjadi.

Baca Juga  Run Street Jilid 2 Jadi Ajang Silaturahmi Antar Warga Tenggarong

Sebagai bukti komitmen, Pemdes Ponoragan mengalokasikan sedikitnya 20 persen dari Dana Desa dan Alokasi Dana Desa untuk program ketahanan pangan agar desa tetap mampu bertahan dalam situasi apapun.

“Kalau tidak kita siapkan dari sekarang, kita akan terus terpukul tiap musim bencana datang. Ketahanan pangan bukan pilihan, tapi keharusan,” tutup Sarmin. (Adv)

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan komentar