Tradisi Panen Desa Kedang Ipil, Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

teraskaltim.net

Rangkaian Tradisi Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil Kec. Kota Bangun Darat.

Terakaltim.net | Kukar – Tradisi Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil kini bertransformasi dari ritual panen padi ketan muda menjadi atraksi budaya yang menarik wisatawan. Warga mengemas acara ini bukan sekadar sebagai syukur hasil panen, tapi juga untuk memperkenalkan budaya lokal secara lebih luas.

Kegiatan ini melibatkan semua lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, yang bersama-sama memukul padi dan merayakan hasil bumi dalam suasana kekeluargaan. Tradisi ini menjadi pengingat pentingnya kerja keras dan kebersamaan dalam menjaga budaya dan alam.

Nutuk Beham bukan hanya sebuah ritual adat, melainkan juga simbol persatuan komunitas yang mengikat warga dalam rasa saling menghormati dan menjaga lingkungan sekitar.

Baca Juga  Pembentukan Koperasi di Kukar Terkendala Partisipasi dan Kesiapan Teknis

Kepala Desa Kedang Ipil, Kuspawansyah, menyampaikan bahwa antusiasme warga tetap tinggi meski acara ini sempat terhenti karena pandemi COVID-19. Kini, tradisi ini menjadi agenda budaya utama yang terus didorong sebagai magnet wisata.

“Kami lihat, warga bukan cuma penonton, mereka juga aktif ikut serta. Itu yang membuat Nutuk Beham tetap hidup dan terasa bermakna,” ujar Kuspawansyah saat ditemui Sabtu (10/5/2025).

Pemerintah desa pun mulai menyiapkan program kolaborasi yang menggabungkan pertunjukan seni lokal, produk UMKM, dan wisata edukasi pertanian agar pengunjung dapat menikmati pengalaman yang lengkap dan menarik.

Baca Juga  Kelurahan Loa Ipuh Dorong Warga Ubah Sampah Jadi Sumber Penghasilan

Dengan kemasan seperti itu, Nutuk Beham bukan hanya jadi tontonan, tapi juga sarana edukasi budaya bagi wisatawan dan generasi muda desa.

Tradisi yang telah resmi masuk dalam kalender budaya desa sejak 2016 ini diharapkan mampu mengangkat nama Kedang Ipil sebagai destinasi budaya yang unik dan berkelanjutan.

Selain melestarikan adat, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru lewat penjualan produk lokal dan kerajinan warga, yang dipamerkan saat acara berlangsung.

Baca Juga  Akses Jalan Belum Layak, Warga Tabang Terhambat Urus Layanan Dasar

Kolaborasi antara warga, komunitas seni, dan pemerintah desa terus diperkuat agar tradisi ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Semangat bersama ini diharapkan menjaga tradisi tetap hidup sekaligus menjadi jembatan penghubung antara masa lalu dan masa depan desa Kedang Ipil.

Kuspawansyah menegaskan, menjaga warisan leluhur bukan sekadar soal tradisi, tapi juga membangun identitas dan harapan bersama.

“Saya ingin semua orang tahu, Nutuk Beham bukan hanya acara adat. Ini cara kami bercerita tentang siapa kami dan apa yang kami jaga,” tutupnya. (Adv)

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan komentar