MBG di Kukar, Disdikbud Alami Tantangan Geografis Dalam Pelaksanaan

teraskaltim.net

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor.

Teraskaltim.net | Kukar – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami tantangan geografis terutama di daerah terpencil dalam melakukan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menjelaskan bahwa pihaknya hanya bertugas menyediakan wadah di sekolah-sekolah serta mendata institusi pendidikan yang akan menerima manfaat program tersebut.  

“Dinas Pendidikan sendiri hanya membantu program dari pusat dengan menyediakan wadah seperti sekolah-sekolah, dan tugas kami hanya mendata sekolah-sekolah,” ujar Thauhid, pada Selasa (18/3/2025).

Baca Juga  Pemkab Kukar Evaluasi LKPJ 2024, Dorong Perbaikan Tata Kelola dan Infrastruktur Prioritas

Terkait dengan pendanaan program MBG, ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan wewenang Disdikbud Kukar. Meski demikian, pihaknya berharap seluruh sekolah di wilayah Kukar dapat menikmati program ini secara merata.  

“Untuk dana MBG itu bukan kami yang mengatur hal tersebut. Dan saya harapkan di Kukar sendiri sekolah dapat terlaksana merata,” lanjutnya.  

Baca Juga  Penundaan Pelantikan CPNS dan PPPK di Kukar, Bupati Usulkan Perubahan Sistem Penempatan

Namun, Thauhid mengakui bahwa pelaksanaan program ini tidaklah mudah, terutama karena kondisi geografis Kukar yang cukup menantang. 

Ia menyoroti akses ke daerah-daerah hulu yang sulit dijangkau sebagai salah satu kendala utama dalam pemerataan program MBG.  

“Tidak semua sekolah itu mudah dan gampang dijangkau, hal itu terkait geografis kita yang memang jauh, apalagi di daerah hulu sana aksesnya susah,” ungkapnya.  

Baca Juga  Rakernas AMAN ke 8 di Kedang Ipil, Kukar Ambil Peran Kunci dalam Agenda Adat Nasional

Meski menghadapi berbagai tantangan, Disdikbud Kukar berkomitmen untuk memastikan program ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi para siswa di seluruh wilayah Kutai Kartanegara.

“Kami akan terus berkoordinasi dan mencari solusi agar seluruh siswa di Kukar bisa mendapatkan manfaat dari program MBG ini,” tutup Thauhid. (Adv)

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan komentar