Kelurahan Loa Ipuh Dorong Warga Ubah Sampah Jadi Sumber Penghasilan

teraskaltim.net

Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan.

Teraskaltim.net | Kukar – Bank sampah di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, menjadi upaya nyata dalam mengelola limbah rumah tangga. 

Melalui program ini, warga tidak hanya berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperoleh penghasilan tambahan dari hasil pengelolaan sampah.

Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan, mengungkapkan bahwa terdapat dua bank sampah aktif yang berjalan di wilayahnya, berlokasi di Jalan Selendrang dan Jalan Mangkuraja.

“Program ini mengedukasi masyarakat bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak berguna bisa dikelola menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi,” kata Erri, Rabu (12/3/2025).

Baca Juga  Camat Muara Kaman Dorong Ekonomi Lokal lewat Potensi Alam

Ia menambahkan bahwa pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menciptakan lingkungan bersih, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga melalui penjualan sampah terpilah.

Sampah yang dikumpulkan di bank sampah akan dipilah berdasarkan jenisnya, seperti plastik, kertas, kaca, dan logam. Sampah tersebut kemudian dijual kepada pengepul atau pihak ketiga yang bekerja sama dengan kelurahan.

Baca Juga  Kompetisi U-20 Kukar Jadi Ajang Tumbuhkan Semangat Atlet Muda

Selain memberikan manfaat ekonomi, keberadaan bank sampah juga membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan berkurangnya sampah di TPA, dampak negatif terhadap lingkungan seperti pencemaran dan bau tidak sedap dapat diminimalkan.

Untuk mendukung kelancaran program ini, Kelurahan Loa Ipuh bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan beberapa komunitas peduli lingkungan. Kolaborasi ini bertujuan memperluas jangkauan program dan mendorong keterlibatan masyarakat lebih luas.

Baca Juga  Dispora Kukar Pastikan Pengelolaan Stadion Rondong Demang Secara Profesional

Erri berharap program bank sampah dapat menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Kutai Kartanegara. Menurutnya, jika setiap wilayah memiliki bank sampah yang aktif, maka masalah sampah di tingkat daerah dapat dikurangi secara signifikan.

“Kesadaran masyarakat adalah kunci utama. Jika pola pikir berubah, dampak positifnya akan dirasakan luas, baik secara lingkungan maupun ekonomi,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan komentar