Teraskaltim.net | Kukar – Stunting masih menjadi permasalahan serius yang perlu ditangani dengan cepat dan tepat. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya untuk menurunkan angka stunting dengan berbagai langkah strategis.
Melalui berbagai program pencegahan dan penanganan, Pemkab Kukar berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan bebas stunting pada masa depan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kukar, Sunggono, menjelaskan berbagai upaya yang tengah dilakukan Pemkab untuk mengatasi masalah ini, baik melalui edukasi kepada masyarakat maupun penguatan tenaga medis di bidang kesehatan anak.
Pada tahun 2025 ini, Pemkab telah menargetkan tidak ada lagi kasus stunting baru dan berfokus pada pencegahan stunting melalui pengoptimalan fungsi kader posyandu baik di puskesmas maupun di PKK, yang bertugas mengumpulkan dan memastikan data kesehatan bayi dan ibu hamil (bumil).
“Kami memastikan bahwa ibu hamil atau calon pengantin yang berisiko mengalami gejala stunting mendapatkan edukasi yang tepat, agar anak-anak yang lahir tidak mengalami stunting di masa depan,” kata Sunggono saat ditemui di ruang kerjanya, pada Selasa (25/2/2025).
Selain itu, ia juga tengah berupaya meningkatkan penanganan anak-anak yang sudah terlanjur mengalami stunting.
Kendati demikian, Ia menyampaikan bahwa di Kukar saat ini masih mencari dokter anak karena di Kukar masih kekurangan tenaga medis di bidang tersebut.
“Kami sekarang masih kekurangan dokter khusus anak dan hingga saat ini kami juga masih mencari” ucapnya.
Menurutnya, hal itu sangat penting lantaran kekurangan tenaga medis di bidang anak dapat mempengaruhi penanganan kesehatan anak secara optimal, yang berhubungan langsung dengan upaya pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting.
Berdasarkan laporan terakhir yang diterimanya, presentase stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara saat ini tercatat sebesar 14,2%. Meskipun angka ini menunjukkan penurunan, namun pihak pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk terus menurunkan angka stunting dengan upaya lebih maksimal.
“Kami pasti lebih masif lagi dalam menangani ini dengan turut melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat, kader posyandu, dan tenaga medis,” tutupnya. (adv/man)



